Bagaimana Mencegah Pilek Biasa?

Written by on September 4, 2019 in Kesehatan
Tag: , ,

Flu Biasa

Pilek biasanya melibatkan gejala termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan bersin. Setiap tahun, flu biasa menyerang jutaan orang Amerika, menyebabkan mereka bolos sekolah dan bekerja. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memperkirakan orang dewasa menderita sekitar 2-3 pilek per tahun, dan anak-anak mengalami 8-12 pilek setiap tahun.

Apa Penyebab Flu Biasa, dan Bagaimana Penyebarannya?

Flu biasa mengacu pada sekelompok gejala yang disebabkan oleh virus. Rhinovirus menyebabkan sebagian besar kasus flu biasa, dan lebih dari 200 virus berbeda telah diidentifikasi yang menyebabkan gejala flu. Pilek paling sering ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui tangan – misalnya. Dengan berjabat tangan dengan orang yang sedang flu. Tetesan yang mengandung virus dapat dibatukkan atau bersin oleh orang yang terinfeksi ke udara dan dihirup oleh orang lain. Virus dapat mencemari permukaan seperti gagang pintu atau meja dapur.

Anda dapat mengurangi risiko pilek dengan mengikuti beberapa langkah sederhana.

1. Sering-seringlah Mencuci Tangan

Mencuci tangan setidaknya selama 20 detik dapat membantu melindungi Anda dari sakit. Sering mencuci tangan membantu mencegah penyebaran infeksi. Gunakan sabun biasa dan air, pastikan untuk memperhatikan jarak antara jari, dan di bawah kuku. Bilas dan keringkan dengan handuk bersih. Ajari anak Anda untuk mencuci tangan dengan benar. Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan berbahan dasar alkohol adalah alternatif.

Pastikan untuk mencuci tangan setelah bersin atau batuk, dan sebelum menangani makanan.

2. Hindari Menyentuh Wajah Anda

Virus dapat masuk ke tubuh Anda melalui area di sekitar hidung, mulut, dan mata Anda. Penting untuk menghindari menyentuh wajah jika Anda terkena flu, terutama jika Anda belum mencuci tangan.

3. Jangan Merokok

Produk tembakau yang merokok mengiritasi dan merusak tenggorokan dan paru-paru. Serta dapat memperburuk gejala pilek – yang sudah termasuk sakit tenggorokan dan batuk. Bahkan asap rokok bisa menyebabkan iritasi. Sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan tanggapan anti-virus pada perokok mungkin menjadi tertekan, membuat mereka kurang mampu melawan infeksi.

4. Gunakan Barang Sekali Pakai jika Ada Anggota Keluarga yang Terinfeksi

Gunakan piring, cangkir, dan peralatan sekali pakai Anda sendiri dan buang setelah digunakan jika Anda masuk angin. Ini sangat membantu jika ada anak-anak dalam rumah. Yang mungkin mencoba mengambil makanan dari piring orang lain, atau minum dari cangkir orang lain.

5. Jaga Kebersihan Permukaan Rumah

Bersihkan semua permukaan rumah secara rutin agar bebas kuman. Virus dapat hidup di permukaan selama beberapa jam setelah disentuh oleh orang yang terinfeksi. Perhatikan area yang paling sering Anda sentuh dan gunakan sabun dan air, pemutih, atau pembersih disinfektan. Untuk menyeka gagang pintu, keyboard, telepon, remote control, meja, mainan, meja, gagang keran, dan tarikan laci.

6. Cuci Mainan

Anak-anak empat kali lebih mungkin terkena flu daripada orang dewasa, dan seringkali virus flu biasa menyebar melalui kontak dengan mainan. Saat Anda membersihkan semua permukaan rumah, ingatlah untuk membersihkan mainan anak Anda juga.

7. Gunakan Handuk Kertas

Handuk kain dapat menyimpan virus selama berjam-jam setelah disentuh, seperti halnya banyak permukaan lainnya. Untuk menghindari kontaminasi, gunakan handuk kertas untuk membersihkan di dapur dan mengeringkan tangan Anda setelah mencuci.

8. Buang Tisu setelah Digunakan

Anda mungkin akan menggunakan banyak tisu jika pilek, tetapi pastikan Anda membuangnya setelah digunakan. Bahkan bersin kecil ke dalam satu jaringan akan menampung virus selama berjam-jam. Dan jika diletakkan di atas meja atau meja, itu akan mencemari permukaan.

9. Menjaga Gaya Hidup Sehat

Sangat penting untuk selalu sehat setiap saat. Sehingga jika Anda masuk angin, sistem kekebalan tubuh Anda kuat dan dapat melawan infeksi. Makan makanan yang seimbang dengan banyak buah dan sayur, olahraga teratur, dan cukup tidur.

10. Kendalikan Stres

Saat kita mengalami stres, kita melepaskan hormon yang disebut kortisol, yang memiliki sifat anti-inflamasi. Stres kronis menyebabkan produksi hormon ini berlebihan, yang pada gilirannya menyebabkan sistem kekebalan menjadi resisten terhadapnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika orang yang mengalami stres kronis terkena virus flu biasa, yang menyebabkan peradangan. Tubuh mereka kurang mampu melawannya karena respons anti-inflamasi alami mereka tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comments«